Senin, 04 April 2011

Pemenuhan Kebutuhan Manusia dalam Kesejahteraan Hidup

BAB I
PENDAHULUAN
Manusia adalah makhluk multi dimensional. Di dalam diri manusia terdapat aspek-aspek yang menggerakkan manusia bertindak dan membutuhkan sesuatu. Kebutuhan adalah keinginan manusia terhadap benda atau jasa yang dapat memberikan kepuasan jasmani maupun kebutuhan rohani. Hingga saat ini, umumnya orang berpendapat bahwa kebutuhan pokok manusia terdiri dari pangan, sandang dan papan. Tanpa terpenuhinya tiga jenis kebutuhan ini manusia tak akan bisa hidup dengan baik. Akan tetapi kebutuhan manusia tersebut masih sebatas pada bentuk materi saja sedangkan kebutuhan manusia itu sendiri tidak terbatas.
Kebutuhan manusia yang tidak terbatas tentu dipengaruhi oleh perkembangan zaman seperti di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, semakin majunya perkembangan kebudayaan manusia, dan yang terpenting adalah bertambahnya jumlah penduduk. Jumlah penduduk yang makin pesat membuat manusia saling bersaing satu sama lain untuk mempertahankan hidup dan memperoleh kehidupan yang layak.
Jika pertumbuhan manusia tidak seimbang dengan banyaknya alat pemenuh kebutuhan kehidupan maka dapat menyebabkan kelangkaan barang. Oleh karena karena itu semakin tinggi intensitas seseorang untuk dapat memenuhi kebutuhannya maka manusia itu sudah dapat dikatakan sejahtera.

BAB II
PEMENUHAN KEBUTUHAN MANUSIA DALAM KESEJAHTERAAN HIDUP
A. Kebutuhan Hidup Manusia
Menurut Imam al-Ghazali, kebutuhan adalah keinginan manusia untuk men-dapatkan sesuatu yang diperlukan dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidupnya dan menjalankan fungsinya. Kebutuhan manusia tidak terbatas pada kebutuhan yang bersifat konkret (nyata) tetapi juga bersifat abstrak (tidak nyata) dan keberadaan manusia dalam hidup bermasyarakat membuat manusia satu dengan yang lain berbeda dalam memenuhi kebutuhannya.
Penyebab kebutuhan manusia satu dengan yang lain berbeda-beda yaitu:
1. Tingkat Peradaban
Makin tinggi peradaban suatu masyarakat makin banyak kebutuhan dan makin tinggi pula kualitas (mutu) barang yang dibutuhkan. Seiring berkembangnya peradaban kebutuhan manusia semakin banyak. Dulu manusia tidak membu-tuhkan sepeda motor, namun sekarang sepeda motor menjadi kebutuhan yang sangat penting, karena dapat mengefisienkan waktu sampai tempat tujuan.
2. Keadaan Alam (Tempat)
Keadaan alam mengakibatkan perbedaan dalam memenuhi kebutuhan manu-sia. Orang yang tinggal di daerah kutub, membutuhkan pakaian yang tebal untuk menahan hawa dingin. Sedangkan orang yang tinggal di daerah tropis, cukup memakai pakaian yang tipis. Oleh karena itu, keadaan alam dapat mendorong manusia untuk menginginkan barang-barang yang sesuai dengan kondisi alam di tempat yang bersangkutan.
3. Agama dan Kepercayaan
Ajaran agama yang berbeda dapat mengakibatkan kebutuhan yang berbeda. Misalnya, penganut agama Islam dilarang makan babi, sedangkan penganut agama Hindu dilarang makan sapi. Selain itu dalam hal perayaan keagamaan, masing-masing agama atau kepercayaan berbeda, sehingga kebutuhan akan barang juga berbeda. Misalnya pada saat menjelang hari raya Idul Fitri, kebutuhan akan pakaian muslim akan meningkat tajam. Akan tetapi ketika hari raya Natal tiba, orang-orang Nasrani membutuhkan pohon Natal dan bingkisan-bingkisan Natal. Dengan demikian masing-masing agama atau kepercayaan mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda.
4. Adat Istiadat
Adat atau tradisi yang berlaku di masyarakat sangat mempengaruhi kebutuhan hidup masyarakat. Alasannya, suatu adat atau tradisi akan memengaruhi baik perilaku maupun tujuan hidup kelompok masyarakat setempat. Akibatnya tra-disi yang berbeda akan menimbulkan kebutuhan yang berbeda pula. Misalnya pelaksanaan upacara pernikahan. Upacara pernikahan di Jawa Tengah dengan di Sumatra Barat akan memiliki ritual yang berbeda, sehingga kebutuhannya pun akan berbeda pula.
Untuk memenuhi kebutuhan, manusia dapat melakukan cara sebagai berikut:
• Berusaha secara individu atau kelompok dalam lingkungan masyarakat.
• Pemenuhan kebutuhan tidak sekaligus, tetapi harus menerapkan skala prioritas yaitu mengutamakan kebutuhan mana yang harus didahulukan.
Kebutuhan manusia yang tidak terbatas dan bermacam-macam itu dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk kebutuhan, yaitu sebagai berikut:
1. Kebutuhan Berdasarkan Intensitas
a. Kebutuhan primer yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia da-pat mempertahankan hidupnya. Supaya dapat hidup manusia harus makan, minum, dan berpakaian. Selain itu manusia juga memerlukan tempat ting-gal atau rumah. Kebutuhan primer juga disebut sebagai kebutuhan alamiah.
b. Kebutuhan sekunder yaitu kebutuhan yang terjadi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan atau pelengkap ke-butuhan pokok. Contoh: radio, perabot rumah tangga, pendidikan, tas, sepeda motor, meja, kursi, alat tulis dan alat olahraga.
c. Kebutuhan tersier yaitu kebutuhan yang dapat dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi dengan baik. Pada umumnya, pemenuhan kebutuhan tersier dilakukan oleh orang-orang yang berpenghasilan tinggi dan biasanya digunakan untuk menunjukkan status sosial. Contoh: kebutuhan rumah mewah, perhiasan, berlian, dan mobil mewah.
2. Kebutuhan Berdasarkan Bentuk dan Sifatnya
a. Kebutuhan jasmani yaitu kebutuhan yang diperlukan oleh fisik atau badan manusia agar dapat hidup secara layak dan baik. Contoh: kebutuhan makanan dan minuman, pakaian, alat-alat olah raga untuk menunjang kesehatan raga atau badan, dan sebagainya.
b. Kebutuhan rohani yaitu kebutuhan yang dapat memberikan rasa puas pada jiwa, rohani, dan perasaan seseorang. Apabila kebutuhan rohani manusia terpenuhi, maka manusia akan merasa senang, aman, tenteram, dan terhibur. Contoh: kebutuhan akan perhatian dari orang tua, rekreasi di tempat wisata, menjalankan ajaran agama dengan baik, dan sebagainya.
3. Kebutuhan Berdasarkan Subjek yang Membutuhkan
a. Kebutuhan individual yaitu kebutuhan yang berguna untuk pemenuhan atau pemuasan kebutuhan seseorang secara individu (pribadi). Kebutuhan setiap individu berbeda-beda. Hal tersebut dipengaruhi oleh keinginan, hobi, jenis pekerjaan, status sosial, atau pendidikan. Contoh: nelayan membutuhkan perahu dan jala untuk menangkap ikan.
b. Kebutuhan kolektif yaitu kebutuhan yang bermanfaat untuk memenuhi ke-butuhan umum (orang banyak). Kebutuhan kolektif merupakan kebutuhan yang erat hubungannya dengan kesejahteraan, ketertiban, keamanan, kein-dahan, dan kemakmuran masyarakat. Contoh: kebutuhan pakaian seragam bagi kelompok paduan suara atau tim olah raga, jalan raya bagi pengguna jalan, dan pasar untuk jual beli barang bagi masyarakat.
4. Kebutuhan Berdasarkan Waktu Pemenuhannya
a. Kebutuhan sekarang yaitu kebutuhan yang bersifat mendesak dan tidak dapat ditunda. Apabila pemenuhan kebutuhan ini ditunda, maka kemung-kinan akan mengakibatkan kerugian atau musibah. Contoh: obat untuk orang sakit, jasa pemadam kebakaran pada waktu terjadi kebakaran.
b. Kebutuhan masa depan yaitu kebutuhan yang pemenuhannya masih dapat ditangguhkan pada waktu yang akan datang atau dapat dipersiapkan dari sekarang, tanpa mengganggu kebutuhan sekarang. Contoh: menabung untuk biaya melanjutkan pendidikan atau menabung untuk membeli rumah.
5. Kebutuhan Berdasarkan Wujud
a. Kebutuhan material yaitu kebutuhan berupa alat-alat yang dapat diraba, dilihat, dan mempunyai bentuk. Kebutuhan material berwujud nyata dan dapat dinikmati langsung. Contoh: minum air dapat menghilangkan rasa haus dan rumah sangat nyaman untuk berlindung.
b. Kebutuhan spiritual yaitu kebutuhan yang dihubungkan dengan benda-benda tak berwujud. Kebutuhan ini tidak bisa diraba, dilihat, dan berbentuk tetapi bisa dirasakan dalam hati. Contoh: orang Islam bersembahyang di masjid, orang Kristen sembahyang di gereja, orang Buddha sembahyang di wihara, dan orang Hindu bersembahyang di pura.

B. Alat Pemuas Kebutuhan Manusia
Kebutuhan manusia yang tidak terbatas jumlahnya tersebut dapat terpenuhi dengan alat pemuas kebutuhan. Alat pemuas kebutuhan merupakan sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Bentuk alat pemuas kebutuhan dibagi menjadi barang dan jasa.
1. Barang
Barang adalah alat pemenuhan kebutuhan yang berwujud (dapat dilihat). Contohnya makanan, pakaian, sepatu, tas, buku tulis, dan sebagainya.
Ciri-ciri barang yang sering kita gunakan yaitu sebagai berikut :
• Berwujud
• Memiliki nilai dan manfaat yang dapat dirasakan saat digunakan
• Bila digunakan, nilai, manfaat dan benda itu dapat berkurang atau habis.
2. Jasa
Jasa adalah alat pemuas kebutuhan berupa pelayanan atau alat pemuas kebutuhan yang tidak berwujud (tidak dapat dilihat). Contohnya, kita naik angkutan umum, kita memotong rambut di salon, jasa dokter, guru, tukang parker dan sebagainya.
Ciri-ciri jasa antara lain:
• Tidak berwujud dan tidak dapat diraba
• Dapat dirasakan
• Bila digunakan tidak habis
Jenis-jenis alat pemuas kebutuhan yaitu sebagai berikut:
1. Alat Pemuas Kebutuhan Berdasarkan Kelangkaan
a. Benda ekonomi yaitu benda yang jumlahnya terbatas sehingga untuk mendapatkannya diperlukan pengorbanan. Biasanya pengorbanannya berupa uang. Contoh: uang yang diperlukan untuk membeli makanan dan minuman, uang yang diperlukan untuk membeli televisi, pakaian, dan sebagainya.
b. Benda bebas yaitu alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya melimpah dan untuk mendapatkannya tidak perlu pengorbanan. Contoh: cahaya matahari, udara di sekitar kita, es di daerah kutub, dan pasir di padang pasir. Semuanya itu dapat diperoleh secara gratis.
c. Benda illith yaitu benda yang jumlahnya berlebihan sehingga dapat mem-bahayakan dan mendatangkan bencana. Oleh karena itu, perlu dikurangi penggunaannya. Contoh: air, jika dalam jumlah yang sedikit dapat berguna bagi kehidupan manusia, namun bila jumlahnya berlebihan dapat menyebabkan banjir. Contoh lainnya api, jika api yang digunakan kecil dapat digunakan untuk memasak atau penerangan, tetapi ketika api itu besar dapat mendatangkan bencana kebakaran.
2. Alat Pemuas Kebutuhan Berdasarkan Tujuan Penggunaan
a. Benda produksi yaitu benda yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan benda kebutuhan manusia. Benda produksi juga disebut benda modal. Contoh: mesin tetas dapat digunakan peternak untuk menetaskan telur ayam atau itik, mesin Rice Mill atau penggiling padi yang digunakan untuk menggiling padi menjadi beras dan bekatul, kain yang digunakan untuk dijahit menjadi pakaian.
b. Benda konsumsi yaitu barang-barang yang langsung dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Benda konsumsi juga disebut benda siap pakai. Contoh: pakaian yang bisa langsung digunakan, nasi, buku pelajaran, televisi, radio, komputer.
3. Alat Pemuas Kebutuhan Berdasarkan Hubungannya dengan Benda Lain
a. Benda substitusi (benda pengganti) yaitu benda yang dapat dipakai sebagai pengganti barang lain dan mempunyai tingkat kepuasan. Jika tidak ada benda yang diinginkan dapat diganti dengan benda lain.
Lihat table di bawah ini!
Benda yang dibutuhkan Benda pengganti
Beras Jagung, ubi, sagu
Minyak tanah Kayu bakar
Kursi Tikar
Sepeda motor Sepeda
Bus Kereta api, mikrolet
Handphone Telephone rumah
(Tabel contoh benda pengganti dari benda yang dibutuhkan oleh masyarakat)
Contoh: jagung, ubi, sagu yang dapat menggantikan fungsi dari beras sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia karena harga beras naik sehingga ada sebagian masyarakat Indonesia yang tidak mampu membeli beras. Hubungan antara beras, jagung, ubi-ubian, sagu, dan kentang dinamakan substitusi.
b. Benda komplementer yaitu benda yang penggunaannya saling melengkapi. Suatu benda lebih bermanfaat jika digunakan dengan benda lain.
Lihat tabel di bawah ini!
Benda yang dibutuhkan Benda pelengkap
Kopi Gula
Tembakau Cengkeh
Buku tulis Pena atau alat tulis
Meja Kursi
Komputer Printer
Motor Bensin
(Tabel contoh benda pelengkap dari benda yang dibutuhkan oleh masyarakat)
Contoh: bensin yang dapat melengkapi motor sebagai alat transportasi, tanpa bensin motor tidak bisa dijalankan, kopi akan terasa enak dan nikmat jika dicampur dengan gula. Dengan demikian, baik motor dan bensin atau kopi dan gula akan lebih bermanfaat jika dipakai bersamaan.
4. Alat Pemuas Kebutuhan Berdasarkan Segi Jaminannya
a. Benda bergerak yaitu benda yang tempatnya dapat dipindahkan dan dapat digunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan kredit jangka pendek (kurang dari 1 tahun). Contoh: mobil, perhiasan, dan barang elektronik.
b. Benda tidak bergerak yaitu benda yang tempatnya tidak dapat dipindahkan dan dapat digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh kredit jangka panjang. Contoh: tanah dan gedung.
5. Alat Pemuas Kebutuhan Berdasarkan Proses Pembuatannya
a. Barang mentah yaitu barang yang digunakan sebagai bahan baku atau bahan dasar untuk diproses menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Contoh: kapas, getah karet, kulit domba, kayu, dan beras. Bahan-bahan tersebut masih memerlukan pengolahan lebih lanjut bila membutuhkannya.
b. Barang setengah jadi yaitu barang yang masih memerlukan proses produksi untuk dijadikan bahan siap pakai atau bahan jadi. Contoh: benang untuk membuat kain, kain untuk membentuk pakaian, kulit untuk membuat tas.
c. Barang jadi yaitu barang yang siap untuk digunakan dan merupakan hasil akhir dari produksi. Barang jadi siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Contoh: pakaian, sepatu, kendaraan, dan peralatan elektronik.

C. Kebutuhan Manusia yang Tidak Terbatas dan Kelangkaan Sumber Daya Alam
Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya tidak pernah ada puasnya. Setiap hari kebutuhan manusia semakin bertambah banyak baik jumlah, mutu, dan coraknya. Pertambahan itu tidak sebanding dengan sumber daya yang tersedia. Sehingga, ada sebagian orang yang tidak mendapatkan alat pemenuh kebutuhan yang diinginkan karena tidak mampu mengeluarkan pengorbanan yang disyaratkan (biaya tidak terjangkau) atau barang sudah habis. Kelangkaan dapat diartikan situasi atau keadaan di mana jumlah sumber daya yang ada dirasakan kurang atau tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia. Menurut ilmu ekonomi, kelangkaan mempunyai dua makna, yaitu:
• terbatas, dalam arti tidak cukup dibandingkan dengan banyaknya kebutuhan manusia.
• terbatas, dalam arti manusia harus melakukan pengorbanan untuk memperolehnya.
Kelangkaan dapat terjadi jika sumber daya yang ada terbatas sedangkan kebutuhan jumlahnya tidak terbatas. Kebutuhan manusia akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Meskipun manusia berusaha memperbanyak alat atau barang untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi sumber daya dan alat produksi yang ada terbatas jumlahnya. Keterbatasan sumber daya yang ada dapat dibuktikan dari contoh berikut ini.
1. Sumber Daya Alam
Sumber daya alam adalah sumber daya yang ada di alam dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Keberadaan sumber daya alam juga terbatas yang dapat dilihat dari beberapa contoh sumber daya berikut ini:
a. Air
Manusia memanfaatkan air untuk minum, mandi, mencuci pakaian, mencuci piring, dan sebagainya. Di kota-kota besar untuk mendapatkan air bersih sangat sulit. Mereka harus membeli air bersih dari PAM (perusahaan air minum). Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan air sangat terbatas.
b. Hutan
Hutan merupakan sumber daya alam yang sangat penting keberadaannya. Dahulu hutan di Indonesia menjadi paru-paru dunia. Selain itu hasil dari hutan seperti rotan, damar, dan kayu dapat dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan. Hutan dapat juga dijadikan sebagai tempat resapan air sehingga dapat mencegah terjadinya banjir. Namun sekarang keberada-annya sudah sangat mengkhawatirkan. Hal itu disebabkan banyak orang yang menebangi pohon-pohon di hutan tanpa memerhatikan pelestariannya sehingga sekarang ini banyak hutan-hutan yang gundul. Di samping itu, sumber daya hutan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan semakin berkurang jumlahnya.
2. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia juga terbatas keberadaannya. Maksudnya sumber daya manusia yang berkualitas dan mempunyai moral yang baik sedikit jumlahnya. Kualitas sumber daya manusia di Indonesia jika dibandingkan dengan kualitas sumber daya manusia di negara-negara maju masih jauh tertinggal. Kemampuan untuk mengolah sumber daya yang ada masih rendah. Sehingga barang yang dihasilkannya pun masih rendah pula baik jumlah dan kualitasnya. Hal ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia yang berkualitas jumlahnya terbatas.
3. Sumber Daya Modal
Sumber daya modal dapat berupa mesin-mesin, bahan baku ataupun peralatan-peralatan lainnya. Keterbatasan sumber modal dibuktikan dengan alat-alat yang digunakan dalam produksi masih menggunakan mesin-mesin berteknologi rendah. Hal ini dapat memengaruhi kelangsungan dalam proses produksi barang.
4. Sumber Daya Kewirausahaan
Sumber daya kewirausahaan adalah sumber daya yang mampu mengombinasikan antara sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya modal. Orang yang memiliki jiwa kewirausahaan masih sedikit jumlahnya. Oleh karena itu sedikitnya orang yang mampu menyatukan sumber daya yang ada dapat memengaruhi jumlah hasil produksi. Sehingga hal tersebut dapat memengaruhi keberadaan alat pemuas kebutuhan di masyarakat. Keterbatasan-keterbatasan sumber daya di atas jika digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas dapat menyebabkan kelangkaan alat pemuas kebutuhan. Terjadinya kelangkaan dapat disebabkan karena faktor-faktor berikut ini.
a. Pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan pertumbuhan produksi.
b. Ketersediaan sumber daya alam yang terbatas.
c. Terbatasnya kemampuan manusia.
d. Sifat serakah manusia.
e. Kurangnya tenaga-tenaga ahli.

BAB III
PENUTUP
Kebutuhan senilai dengan keinginan yang ditentukan oleh konsep kepuasan. Semakin berkembangnya zaman kebutuhan manusia semakin tidak terbatas. Adapaun keinginan yang sangat penting bagi kehidupan manusia yang apabila tidak terpenuhi manusia tidak dapat hidup, disebut kebutuhan pokok, seperti makanan, pakaian, tempat bernaung dan lain sebagainya. Selain kebutuhan pokok di atas, ada juga kebutuhan tambahan, maupun kebutuhan pelengkap sebagai alat pemuas kebutuhan manusia.
Alat pemuas kebutuhan manusia ada dua macam yaitu barang dan jasa. Semua barang dan jasa dalam pemuas kebutuhan manusia tersebut memiliki kekuatan dan kualitas untuk melindungi, menjaga dan memperbaiki kesejahteraan manusia. Manusia saling membantu satu sama lain untuk memenuhi kebutuhannya, tetapi juga saling bersaing untuk mendapatkan alat pemuas kebutuhan tersebut agar dapat dikatakan manusia kelas ekonomi atas atau dikelompokkan menjadi manusia yang sejahtera. Semakin banyak kebutuhan manusia, maka semakin ia bergantung pada alam baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika pertumbuhan penduduk tidak seimbang dengan sumber daya alam yang tersedia maka akan terjadi kelangkaan barang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar